Profil Pribadi Wakil Kepala Stasiun Kebumen

Selamat siang :)

Mau share sedikit tentang tugas Jurnalistik yang diberikan oleh dosen Bahasa Indonesia saya..
Ceritanya pas itu bapak dosen terhormat memberikan tugas jurnalistik bagi kami (mahasiswa-red) untuk menulis berita dan menulis profil pribadi seseorang. Setiap kami harus memilih salah satu dari  dua tugas itu, mau menulis profil pribadi seseorang atau menulis berita. Nah kebetulan disini saya memilih menulis profil pribadi seseorang karena menurut saya itu lebih mudah.hehe
Profil yang saya tulis adalah profil dari Wakil Kepala Stasiun Kebumen, Bapak Abdhi Dharma yang baru saja mendapatkan promosi jabatan menjadi wakil kepala stasiun Kebumen setelah sebelumnya menjabat sebagai supervisor pelayanan dan kebersihan di stasiun. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung dengan narasumber yang dilaksanakan pada bulan Mei 2014 di ruang petugas stasiun Kebumen.
Berikut profil pribadi beliau selengkapnya...


Abdhi Dharma : “Kerja Ikhlas dan Kerja Tuntas, Tuhan Pasti akan Membalas”
Pria berkulit sawo matang dengan seragam putih- biru tua yang tertata rapi itu tengah duduk santai di ruangan petugas ketika saya tiba di stasiun daop V Kebumen. Seketika senyumnya mengembang menyambut kedatangan saya bersama seorang teman yang telah membuat perjanjian beberapa waktu sebelumnya.
Ramah dan gagah. Itulah kesan pertama yang saya dapat ketika pertama kali bertemu dengan pria berusia 41 tahun asal Banjarnegara ini. Potongan rambut yang cepak serta badannya yang tegap semakin menambah kesan gagah dan wibawanya sebagai wakil kepala stasiun  Kebumen yang baru saja diangkat 1 Maret 2014 lalu.
Adalah Abdhi Dharma Sjaputra, lelaki beruntung kelahiran Banjarnegara, 13 Juni 1973 yang baru saja mendapatkan promosi jabatan menjadi wakil kepala stasiun Kebumen setelah sebelumnya pria yang tinggal di desa Tambak, Banyumas ini menjabat sebagai supervisor pelayanan dan kebersihan di stasiun Purwokerto. Pria yang akrab disapa Abdhi ini mengaku dirinya mendapatkan promosi jabatan menjadi wakil kepala stasiun setelah selama 5 tahun terakhir dianggap mampu melaksanakan tugasnya dengan baik serta mampu membawa perubahan yang nyata di lingkungan stasiun tempatnya bekerja.
“Memotori gerakan service excellent di stasiun Purwokerto tempat saya bekerja dulu, serta selalu bekeja secara ikhlas dan tuntas” ujar bapak 2 anak ini ketika ditanya mengenai salah satu perubahan yang telah dilakukannya serta alasan pengangkatan dirinya sebagai wakil kepala stasiun Kebumen.
“Saya percaya dengan bekerja secara ikhlas dan tuntas, Tuhan pasti akan membalas” tambah pria yang lulus dari Pusat Pendidikan dan Latihan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) pada tahun 1995 ini.
Menurut lelaki yang telah bekerja selama 19 tahun di PT. Kereta Api Indonesia ini, service excellent merupakan sebuah gerakan yang ditujukan bagi para petugas kereta api untuk selalu memandang bahwa setiap pelanggan, dalam hal ini penumpang, adalah raja yang harus selalu diberikan layanan istimewa agar mereka dapat merasakan kepuasan dan kenyamanan selama berada di kereta maupun di stasiun. Meskipun menurut pria yang dulunya becita-cita sebagai guru ini programnya belum sepenuhnya terlaksana dengan baik, ia mengaku akan terus berupaya agar gerakan tersebut dapat menjadi pola pikir utama bagi seluruh petugas kereta api sehingga nantinya masyarakat akan mendapatkan pelayanan yang maksimal dari para petugas.
Pria yang sudah 5 kali berpindah tempat tugas ini mengatakan, kepercayaan yang telah pimpinan berikan padanya akan selalu ia jaga sebaik-baiknya dan dia berjanji akan memberikan kontribusi yang lebih besar lagi bagi masyarakat, khususnya dalam bidang perkeretaapian dan membawa kemajuan bagi PT. KAI Indonesia itu sendiri.
Mengakhiri pembicaraan, putra sulung dari 2 bersaudara pasangan Bp. Tujuddin dan Ibu Rochmaniyatun itu berharap, semoga kedepannya PT. KAI Indonesia dapat terus meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat dan para petugas lapangan dapat menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya dengan baik.
 “Indonesia membutuhkan orang yang benar-benar mau mengabdi, bukan sekedar harapan tinggi” ujarnya menutup pembicaraan.
  

Demikian profil pribadi beliau yang semoga dapat dijadikan teladan bagi kita semua..
  Dibawah disertakan beberapa foto yang saya ambil saat melakukan proses wawancara


 Saat wawancara berlangsung
Foto bersama narasumber
Terimakasiiiih :)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.