Inspiring Man : Mahatma Gandhi
MAHATMA GANDHI
Ia percaya bahwa kemenangan akhir pada kebenaran, yakni Tuhan...
"Ratusan orang seperti saya boleh enyah, tapi biarlah kemenangan bertakhta", ujarnya. Ia sehari-hari selalu mendengar suara hatinya. Dengan berpuasa, ia yakin suara hatinya tak salah. Itulah yang didengungkan.
Pria tua bertubuh kurus ini adalah sosok yang selalu mendoakan dan membesarkan hati orang. Kepada anak-anak muda ia sering mengatakan, "Bertindaklah sebagai pasukan perdamaian tanpa senjata". Ia tak suka kekerasan..
Pernah ia puasa bicara pada dirinya sendiri sebab Gandhi merasa terlalu tidak berkuasa untuk berbicara dan tahu bahwa yang diucapkan tidak akan berguna dalam menghentikan kekerasan yang telah mencabik-cabik peradaban.
Negerinya, India, waktu itu tak pernah sepi dari pertikaian. Perang antar etnis dan antar agama, bagi Gandhi merupakan "kutukan dan peringatan" bagi manusia. Jika perang tidak diakhiri, manusia akan tereduksi menjadi "hewan buas". Sepotong kecil pensil Gandhi mengingatkan akan identitas yang sesungguhnya.
Namun ia mengakui gagal mengajarkan cinta kasih. Pohon yang ditanamnya menjadi kering kerontang, tidak membuahkan hasil. Teriakannya pun seolah tertelan rimba raya. Segala kegalauan tersebut akhirnya terbukti..
Jumat sore 30 Januari 1948, Gandhi amruk dalam usisa 79 tahun.
Natharam Godse, "penganut taat" Hindu Brahma dengan penuh kebencian, menarik pelatuk pistolnya. Dada Gandhi yang telanjang tertembus pelor. Darah segar membasahi syal putihnya..
Goodse bertindak begitu karena bangga bisa "menyelamatkan"India dan Hinduisme dengan menyingkirkan Gandhi yang dianggap melindungi muslim.
Gandhi memiliki sepotong pensil, saya punya pena..
Gandhi yaki, "kebenaran" akan selalu bertakhta, begitu pula keyakinan saya..
Sesuatu yang dilakukan dengan lurus dan proses yang benar akan mengubah kegelapan menjadi terang..
Selamat jalan Gandhi, semoga Allah membalas semua kebaikanmu di alam sana..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.

0 komentar:
Posting Komentar