Laporan Observasi SD BI Tlogowaru, Malang
BAB
I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang
diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran
yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang
pendidikan. Salah satu fungsi kurikulum ialah sebagai alat untuk mencapai
tujuan pendidikan. Pada dasarnya kurikulum
memiliki komponen pokok dan komponen penunjang yang saling berkaitan dan
berinteraksi satu sama lainnya dalam rangka mencapai tujuan tersebut. Kurikulum
memegang peranan penting dalam pendidikan, sebab berkaitan dengan penentuan
arah, isi dan proses pendidikan yang pada akhirnya menentukan macam dan kualifikasi
lulusan suatu lembaga pendidikan. Seiring dengan perkembangan jaman dan
tuntutan dari masyarakat, maka dunia pendidikan harus melakukan inovasi dalam
pendidikan, terutama inovasi dalam
kurikulum. Inovasi kurikulum akan berjalan dan mencapai sasarannya
jika kurikulum tersebut dirancang dan di implementasikan sesuai dengan kondisi dan
tuntutan jaman.
Implikasi dari
pentingnya inovasi kurikulum dalam
pendidikan menuntut kesadaran tentang peranan guru, sebagai tenaga
professional. Guru merupakan pintu
gerbang inovasi sekaligus gerbang menuju pembangunan yang terintegrasi. Hal ini
dikarenakan pembangunan dapat terlaksana jika dimulai dari membangun manusianya
terlebih dahulu. Tanpa manusia yang cakap, terampil, berpengetahuan, cerdas,
kreatif dan bertanggung jawab maka pembangunan yang terintegrasi tidak akan
dapat terlaksana dengan baik. Oleh karena itu, setiap guru dan tenaga
kependidikan lain harus memahami kurikulum dengan sebaik- baiknya.
Dalam ruang lingkup pendidikan Indonesia, kenyataan
yang diperoleh di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak ditemui guru yang
tidak memiliki kompetensi memadai serta tidak memiliki pengalaman mengajar yang
baik sehingga akan sangat sulit untuk melakukan inovasi kurikulum.
Dalam proses belajar mengajar,
tidak hanya dibutuhkan seorang guru yang memiliki memiliki kemampuan teoritis
baik, tapi juga membutuhkan seorang guru yang memiliki wawasan yang lebih
mengenai pengembangan inovasi kurikulum. Untuk menambah
pengetahuan dan wawasan mahasiswa mengenai perkembangan inovasi kurikulum di
SD, maka Himpunan Mahasiswa (HIMA) PGSD Universitas
Sebelas Maret Surakarta kampus VI Kebumen mengadakan Kuliah Kerja Lapangan
(KKL) ke SDN BI Tlogowaru Malang dengan tujuan untuk melihat profil, kurikulum,
proses pembelajaran, sarana prasarana, kurikulum, fasilitas, program
pembelajaran, serta kesiswaan SDN BI Tlogowaru Malang.
B.
Rumusan
Masalah
Rumusan masalah yang akan dibahas dalam
laporan ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana
profil SDN BI Tlogowaru Malang?
2. Bagaimanakah
kurikulum yang diterapkan pada SDN
BI Tlogowaru Malang?
3. Apakah
metode pembelajaran yang diterapkan di SDN BI Tlogowaru Malang?
4. Bagaimanakah proses belajar mengajar
yang dilakukan di SDN BI Tlogowaru Malang?
5. Bagaimanakah
fasilitas dan kesiswaan SDN
BI Tlogowaru Malang?
6. Bagaimanakah
kiat-kiat mewujudkan sekolah yang berkualitas?
7. Apa sajakah prestasi yang telah diraih oleh
SDN BI Tlogowaru Malang?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan yang ingin dicapai
penulis dalam makalah ini adalah :
1. Untuk
mengetahui profil SDN BI Tlogowaru Malang
2. Untuk
mengetahui penerapan kurikulum di SDN BI Tlogowaru Malang
3. Untuk
mengetahui metode pembelajaran yang diterapkan di SDN BI Tlogowaru Malang
4. Untuk mengetahui proses belajar
mengajar yang dilakukan di SDN BI Tlogowaru Malang
5. Untuk
mengetahui fasilitas dan kesiswaan SDN BI Tlogowaru Malang
6. Untuk
mengetahui kiat-kiat mewujudkan sekolah yang berkualitas
D. Manfaat Penulisan
Adapun
tujuan dan manfaat Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ini dimaksudkan agar Mahasiswa
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan Pendidikan Guru Sekolah
Dasar (PGSD) dapat :
1. Menambah wawasan mengenai inovasi
kurikulum di SDN BI Tlogowaru Malang
2. Menambah pengetahuan dan wawasan
tentang pendidikan khususnya di SDN BI Tlogowaru Malang
3. Sebagai bekal mahasiswa yang
nantinya akan menjadi seorang pendidik
4. Untuk mengetahui sistem pendidikan
seperti apa yang digunakan di SDN BI Tlogowaru Malang
5. Untuk mengetahui bagaimana SDN BI
Tlogowaru Malang hingga dapat menjadi seperti sekarang ini.
6. Untuk mengetahui apa saja prestasi
yang telah di raih SDN BI Tlogowaru Malang
E.
Pelaksanaan
Kuliah Kerja Lapangan (KKL)
Kuliah
Kerja Lapangan (KKL) dilaksanakan dengan format sebagai berikut:
1.
Hari/ tanggal : Selasa, 26 Februari 2013
2.
Waktu : Pukul 08.00 WIB
3.
Tempat : SDN BI Tlogowaru Malang
4.
Narasumber : Lilik Sulistyowati, M.Pd.
, selaku Kepala Sekolah
SDN BI Tlogowaru Malang
5. Metode : Ceramah, tanya
jawab dan pengamatan langsung
BAB
II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A. Profil SDN BI Tlogowaru
Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Nomor 20
Tahun 2001) Pasal 17 mendefinisikan pendidikan dasar sebagai berikut:
1.
Pendidikan dasar merupakan
jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah.
2.
Pendidikan dasar berbentuk
sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat
serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs), atau bentuk
lain yang sederajat.
Sekolah dasar (disingkat SD)
adalah jenjang paling dasar pada pendidikan formal di Indonesia.
Sekolah dasar ditempuh dalam waktu 6 tahun, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6.
Lulusan sekolah dasar dapat melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Pertama
(atau sederajat). Sekolah dasar diselenggarakan oleh pemerintah maupun
swasta. Secara struktural, sekolah dasar negeri merupakan unit pelaksana teknis
dinas pendidikan kabupaten/kota.
Pengkategorian pendidikan dasar dan menengah di
Indonesia menurut UU 20/2003 dan PP Nomor 19 Tahun 2005 pasal 11 dan 16:
a. Sekolah
formal standar (sekolah potensial/rintisan)
b. Sekolah
formal mandiri (Sekolah Standar Nasional (SSN))
c. Sekolah
bertaraf internasional (SBI)
Pengertian sekolah potensial, merujuk pada sekolah yang masih relatif banyak kekurangan/kelemahan untuk memenuhi
kriteria sekolah yang sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan sebagaimana
diamanatkan dalam UUSPN Tahun 2003 pasal 35 maupun dalam PP Nomor 19 Tahun
2005. Ditegaskan dalam penjelasan PP Nomor 19 Tahun 2005 pasal 11 ayat 2 dan 3
bahwa kategori sekolah potensial adalah sekolah yang belum memenuhi (masih
jauh) dari SNP.
Sekolah standar nasional (SSN) adalah sekolah
yang sudah atau hampir memenuhi SNP, yaitu standar kompetensi lulusan, standar
isi, standar proses, standar sarana dan prasarana, standar tenaga pendidik dan
kependidikan, standar manajemen, standar pembiayaan, dan standar penilaian.
Sedangkan Sekolah bertaraf internasional selanjutnya disingkat SBI adalah
sekolah yang sudah memenuhi seluruh SNP yang diperkaya dengan keunggulan mutu
tertentu yang berasal dari negara anggota OECD atau negara maju lainnya.
Tujuan penyelenggaraan SBI berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2009 Tentang Penyelenggaraan Sekolah
Bertaraf Internasional Pada Jenjang Pendidikan Dasar Dan Menengah adalah untuk
menghasilkan lulusan yang memiliki :
a. kompetensi
sesuai standar kompetensi lulusan dan diperkaya dengan standar kompetensi pada
salah satu sekolah terakreditasi di negara anggota OECD ataun negara
maju lainnya
b. daya saing
komparatif tinggi yang dibuktikan dengan kemampuan menampilkan keunggulan lokal
ditingkat internasional
c. kemampuan
bersaing dalam berbagai lomba internasional yang dibuktikan dengan perolehan
medali emas, perak, perunggu dan bentuk penghargaan internasional lainnya
d. kemampuan
bersaing kerja di luar negeri terutama bagi lulusan sekolah menengah kejuruan
e. kemampuan
berkomunikasi dalam bahasa Inggris (skor TOEFL Test > 7,5) dalam
skala internet based test bagi SMA, skor TOEIC 450 bagi SMK),
dan/atau bahasa asing lainnya
f. kemampuan
berperan aktif secara internasional dalam menjaga kelangsungan hidup dan
perkembangan dunia dari perspektif ekonomi, sosio-kultural, dan lingkungan
hidup
g. kemampuan
menggunakan dan mengembangkan teknologi komunikasi dan informasi secara
professional
Latar belakang diadakannya program sekolah bertaraf Internasional sendiri
ada 4 hal, yaitu :
a. Pada tahun
90-an, banyak sekolah-sekolah yang didirikan oleh suatu yayasan dengan
menggunakan identitas internasional tetapi tidak jelas kualitas dan standarnya;
b. Banyak orang
tua yang mampu secara ekonomi memilih menyekolahkan anaknya ke Luar Negeri;
c. Perlunya
membangun sekolah berkualitas sebagai pusat unggulan (center of excellence)
pendidikan;
d. Sebagai
bangsa yang besar, Indonesia perlu pengakuan secara internasional terhadap
kualitas proses, dan hasil pendidikannya.
Dari ketiga pengkategorian pendidikan dasar dan menengah yang telah dijelaskan diatas, SD
N BI Tlogowaru merupakan jenis sekolah kategori sekolah Bertaraf Internasional
dan juga merupakan sekolah negeri percontohan (model) berskala Nasional yang
didirikan sebagai amanat UU sistem pendidikan nasional No. 20/2003.
TK-SDNBI
Tlogowaru adalah sekolah modern, megah, dan terluas di Propinsi Jawa Timur yang
terletak di kawasan Malang International Education Park (MIEP).
Sekolah ini dilengkapi dengan halaman yang luas dengan pepohonan rindang,
dikelilingi sungai dalam area sekolah, kolam ikan, kebun sayur, kebun buah,
kolam renang modern dengan filter yang menjamin airnya bersih dan sehat.
Pembangunan sekolah ini
dirintis sejak tanggal 2005 dan diresmikan penggunaanya oleh Mendiknas tanggal
4 Agustus 2007.
Landasan kebijakan
didirikannya SD N BI Tlogowaru adalah :
·
UU No. 20 Tahun 2003: Sisdiknas pasal 50, ayat (1)
dan (2) dan ayat (3).
·
UU No. 17 Tahun 2007: Rencana Pembangunan jangka
Panjang th 2005-2025.
·
PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan Pasal 61 ayat (1).
·
Renstra Depdiknas Tahun 2005-2009
·
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2006-2010
Bidang Pendidikan Kota Malang
|
Untuk bisa menjadi
sekolah yang bertaraf internasional sekolah harus memenuhi beberapa kriteria,
meliputi :
1.Sudah Memenuhi Seluruh standar
Nasional Pendidikan.
2.Sekolah Bertaraf Internasional
memiliki karakteristik keunggulan yang ditunjukkan dengan pengakuan
International terhadap proses dan hasil atau keluaran pendidikan yang
berkualitas dan teruji dari berbagai aspek.
3.Pengakuan International ditandai
dengan penggunaan standar pendidikan internasional dan dibuktikan dengan
hasil sertifikasi berpredikat baik dari salah satu negara anggota OECD atau
negara maju lainnya.
4.Memiliki daya saing di Forum
Internasional.
TK-SDNBI Tlogowaru Kota Malang telah dalam proses memmemenuhi
ke 4 karakteristik di atas dan saat ini juga berencana untuk menmengimplementasikan
kurikulum nasional yang dikembangkan dengan framPYP-IBO (Primary Years
Programme) yang berpusat di Swiss.
Visi Misi Sekolah
|
SDN BI 1 Tlogowaru mempunyai visi, misi,
dan tujuan sebagai berikut :
1. Visi
a.
Mampu beradaptasi dan proaktif terhadap perubahan.
b.
Mampu memecahkan masalah.
c.
Memiliki Integritas.
d.
Memiliki etika dan tatakrama yang berbudaya Indonesia.
e.
Memiliki daya saing global.
f.
Memiliki moral dan akhlak mulia.
2. Misi
a.
Membimbing siswa untuk melaksanakan agama yang
dianutnya secara konsekuen;
b.
Menyiapkan siswa agar menjadi warga negara yang
produktif serta memiliki budi pekerti yang luhur, cinta pada bangsa dan Negara;
c.
Menjadikan kewirausahaan sebagai soko guru pembelajaran
siswa di sekolah;
d.
Menyelenggarakan sekolah Nasional bertaraf
Internasional;
e.
Menanamkan dan membiasakan nilai-nilai disiplin kepada
warga sekolah;
f.
Menciptakan lingkungan sekolah yang tertib, bersih dan
indah;
g.
Menerapkan manajemen berbasis sekolah; dan
h.
Menyelenggarakan pelatihan dan bimbingan untuk
berprestasi di bidang olah raga.
3. Tujuan
Tujuan didirikannya SDN BI Tlogowaru ini adalah agar siswa memiliki:
Tujuan didirikannya SDN BI Tlogowaru ini adalah agar siswa memiliki:
a.
Dasar-dasar ketaqwaan kepada Allah SWT
(IMTAQ)
b.
Akhlakul karimah
c.
Dasar-dasar IPTEK
d.
Penguasaan Informasi
e.
Rencana Hidup Jangka Panjang
f.
Penguasaan Bahasa Internasional
g.
Penguasaan Teknologi Informasi secara
Benar
h.
Kemampuan Berkomunikasi yang efektif.
Dalam rangka pencapaian tujuan yang
telah dicanangkan di SD BI Tlogowaru, maka sekolah mengajarkan beberapa keterampilan kepada siswanya, diantaranya :
1.
Keterampilan Teknologi.
2.
Keterampilan dasar.
3.
Keterampilan komunikasi.
4.
Keterampilan berfikir, kritis dan kreatif.
5.
Keterampilan memperoleh informasi.
6.
Keterampilan interpersonal
7.
Keterampilan memecahkan masalah
8.
Kemahiran digital
9.
Kemahiran multilingual/multikultural
B. Kurikulum
Pengertian kurikulum dalam arti luas adalah kegiatan
belajar-mengajar yang mencakup di dalam maupun di luar kelas. Sedangkan pengertian kurikulum dalam
arti sempit yaitu kegiatan belajar-mengajar yang hanya ada di dalam kelas saja. Pengertian kurikulum disempurnakan dalam UU
Sisdiknas. yaitu Pengertian Kurikulum dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional (Sisdiknas).
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Bab I pasal 1
ayat 19).
Secara umum fungsi kurikulum adalah sebagai alat untuk
membantu peserta didik mengembangkan pribadinya ke arah tujuan pendidikan. Sebagai salah satu alat untuk mengembangkan
kepribadian peserta didik, SDN BI Tlogowaru menerapkan kurikulum Nasional yang
ditambah kurikulum plus atau sering disebut SNP + x. Proses
pembelajaran dimulai dari pukul 07.30 s.d. 13.30 untuk siswa sekolah dasar. Mata pelajaran Agama
Islam dan Nasrani disajikan sebanyak 6 jam pelajaran perminggu. Untuk empat mata pelajaran khusus memakai pengantar Bahasa Inggris dengan
menggunakan buku yang diambil asli dari Singapura. Empat mata pelajaran tersebut adalah English, Maths, Science, dan ICT.
Setiap siswa akan mendapat sertifikasi Internasional untuk 4 mata pelajaran
tersebut pada setiap semester dan ujian akhir kelas enam. Kelebihan kurikulum plus daripada kurikulum lainnya secara umum diantaranya :
1.
Penggunaan Perangkat
Komputer Multimedia dalam pembelajaran.
2.
Bahasa inggris dipergunakan
secara aktif dalam mata pelajaran English, Science and Math dalam kegiatan
sehari-hari
3.
Tahapan pembelajaran :
a.
Penguasaan materi
b.
Pendalaman materi
c.
Latihan dan presentasi Hasil
Belajar / temuan murid
4.
Pelajaran Agama Islam
dan Nashrani disajikan sebanyak 6 jam
pelajaran per minggu. Kegiatan Agama Islam meliputi mengaji Qiroati, akhlak dan
kurikulum Nasional.
5.
Sistem Belajar Tuntas (Semi
Full Day School) dari pukul 07.30 s.d 13.30 (SD) dan 08.00 s.d 12.00 (Tk)
Tingkat TK
a. Memaksimalkan
Kurikulum Depdiknas yang berbasis lingkungan sekolah sehat.
b. Pengenalan
bahasa inggris yang terintegrasi dengan pembelajaran Bahasa Inggris SD.
c. Sertifikasi
AMECC Internasional yang berpusat di Amerika Serikat
Tingkat SD
a. Memaksimalkan
KTSP yang berbasis lingkungan sekolah sehat.
b. Penguatan,
pengayaan, pengembangan, perluasan, pendalaman kurikulum 2006 melalui adopsi
dan adaptasi kurikulum dan bahan ajar internasional.
c. Sertifikasi
AMECC internasional yang berpusat di Amerika Serikat.
d. Pengantar
Bahasa Inggris untuk pelajaran English, Science, dan Math,
e. Sistem
penjaminan mutu pembelajaran.
Khusus untuk agama islam, lulusan dari SDN Model
Tlogowaru ini pasti sudah khatam Al-Qur’an. Mata pelajaran lainnya yang ada di sekolah ini yaitu
mata pelajaran olahraga. Disini dua jam dari mata pelajaran digunakan untuk
olahraga permainan seperti biasa tetapi selebihnya diwajibkan untuk berenang.
Di SDN Model Tlogowaru ini tersedia tambahan renang, di mana sudah tersedia
kolam renang milik sendiri. Setiap lulusan dari SDN Model Tlogowaru ini,
dipastikan dapat menguasai minimal dua gaya renang.
Di SDN Model Tlogowaru, rata-rata jumlah siswa untuk
satu kelas terdapat 20 siswa. Sikap / karakter siswa di didik disiplin
dan mandiri, di mana siswa berangkat sendiri tanpa dampingan orang tua. Orang
tua hanya mengantar anak-anak mereka sampai di halte. mereka berangkat dari halte dengan menaiki
bus sekolah yang akan menjemput mereka di halte tersebut pada waktu yang telah
ditentukan dan harus tepat waktu. Jadi para siswa akan di tuntut untuk
disiplin, karena jika mereka sampai terlambat, mereka akan ketinggalan bus dan
konsekuensinya bagi siswa yang rumahnya jauh maka orang tua mereka harus
mengantar mereka ke sekolah dengan jarak yang cukup jauh pula. Orang tua juga
dituntut untuk tanggung jawab. Mereka harus mengetahui jam berapa harus
mengantar dan jam berapa pula mereka harus menjemput anaknya di halte. Selain dididik untuk disiplin, para siswa juga dididik
kejujurannya, yaitu dengan cara disediakannya kantin kejujuran. Kantin
kejujuran ini akan melatih para siswa untuk selalu berbuat jujur, karena para
siswa membeli makanan,minuman atau barang lainnya dengan membayarnya sendiri
tanpa ada penjaganya.
Di SDN Model
Tlogowaru ini juga terdapat supervisi kelas,. 75% supervisi tersebut digunakan untuk
pengembangan sekolah dan memonitor sekolah. Jadi, kepala sekolah dapat tatap
muka langsung dengan para siswa dan
sekaligus memantau mereka. Selebihnya, yaitu 25% dari supervise tersebut digunakan
untuk pengem bangan diri, seperti rapat-rapat dan lainnya. Setiap hari jumat
terdapat pengumpulan jurnal kelas. Untuk membina guru-guru yang berkompeten
juga di adakan perkumpulan guru selevel yang di sebut KKGS. Selain itu terdapat
dua jenis ijazah,di mana ada ijazah reguler dan ijazah non reguler.
C. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran adalah cara yang ditempuh guru
untuk menciptakan situasi pengajaran yang benar-benar menyenangkan dan
mendukung bagi kelancaran proses belajar serta tercapainya prestasi belajar
anak yang memuaskan. Metode pembelajaran yang dipakai di SDN BI Tlogowaru
adalah:
a. Pendekatan
PAKEM berbasis Contextual Teaching Learning (CTL)
b. Penggunaan
perangkat
komputer multimedia dalam pembelajaran
c. Program
pembiasaan berbahasa Inggris dengan prosedur: listening, imitating, reproducing,
speaking, acting, reading, and writing
d. Sistem
Belajar Tuntas (Semi Full Day School)
Dengan
model pembelajaran seperti itu, maka setelah mengikuti PBM secara aktif selama
6 tahun, setiap siswa dijamin:
a.
Pandai
mengaji dan khatam Al Qur’an
b.
Berbicara
dalam Bahasa Inggris
c.
Pandai
mengoperasikan komputer dan membuat website.
d.
Pandai
matematika (minimal nilai 7,00 pada UASBN)
e.
Pandai
berenang
f.
Pandai
memainkan minimal 1 jenis alat musik
D. Proses Belajar Mengajar
Secara umum belajar dapat diartikan
sebagai suatu perubahan tingkah laku yang relatif menetap yang terjadi sebagai
hasil dari pengalaman atau latihan. Yang dimaksud pengalaman adalah segala
kejadian (peristiwa) yang secara sengaja maupun tidak sengaja dialami oleh
setiap orang, sedangkan latihan merupakan kejadian yang dengan sengaja
dilakukan oleh setiap orang secara berulang-ulang.
Dalam pengertian lainnya, belajar
adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman (leaning is
defined as the modification or strengthening of behavior though experiencing),
menurut pengertian ini, belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan
bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih
luas dari itu yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil
latihan melainkan pengubahan.
Dengan demikian belajar bukan hanya berupa kegiatan
mempelajari suatu mata pelajaran di rumah atau di sekolah secara formal.
Disamping itu belajar merupakan masalahnya setiap orang. Hampir semua
kecakapan, ketrampilan, pengetahuan, kebiasaan, kegemaran, dan sikap manusia
terbentuk, dimodifikasi dan berkembang karena belajar. Kegiatan yang disebut
belajar dapat terjadi dimana-mana, baik di lingkungan keluarga, masyarakat
maupun di lembaga pendidikan formal.
Di lembaga pendidikan formal usaha-usaha dilakukan untuk
menyajikan pengalaman belajar bagi anak didik agar mereka belajar hal-hal yang
relevan baik bagi kebudayaan maupun bagi diri masing-masing. Begitulah kegiatan
belajar mengajar yang dilaksanakan di SDN BI Tlogowaru Malang. Kegiatan belajar
mengajar di Sekolah Dasar Negeri Bertaraf Internasional Tlogowaru Malang
menggunakan pengantar Bahasa Inggris untuk pelajaran English, Maths, Science,
dan ICT.
Tahapan Pembelajaran umum yang dilakukan, diantaranya :
1. Penguasaan Materi
2. Pendalaman Materi
3. Latihan, dan
4. Presentasi Hasil Belajar/Temuan
Murid.
Sedangkan
Tahapan Pembelajaran Monolingual Bahasa Inggris untuk kelas awal Program
SBI yaitu :
1. Program pembiasaan berbahasa Inggris
dengan prosedur : listening, imitating, reproducing, speaking, acting, reading,
and writing.
2.
Kegiatan
Assembly : Kegiatan bercerita oleh anak diikuti oleh tanya jawab dari guru dan
murid.
3.
Kegiatan
Activity Report : Kegiatan pembuatan laporan dengan cara mengisi format laporan
yang disediakan, meliputi laporan hasil aktivitas murid mengikuti PBM,
mengunjungi perpustakaan, menyelesaikan tugas (PR) dsb.
4.
Semua
kegiatan dalam Bahasa Inggris yang sederhana dan terbimbing.
5. Menggunakan Program AMECC
bekerjasama dengan TOPSII
Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri Model
Tlogowaru tidak membeda-bedakan antara kelas 1, 2, 3 dan kelas 4, 5, 6. Disini
semua kegiatan belajar mengajar sama yaitu 43 jam.
Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan pada :
·
Hari Senin pada pukul 07.30 –
14.00,
·
Hari Selasa Hari Selasa pada pukul 07.30 – 15.30 ( terdapat jam tambahan
untuk ekstrakurikuler ),
·
Hari Rabu dan
Kamis pada pukul 07. 30 - 14.00
·
Hari Jum’at
pada pukul 07.30 – 11.00 ( sebelum sholat jum’at)
·
Hari Sabtu
diliburkan, tetapi hari Sabtu ini digunakan para siswa untuk melakukan
ekstrakurikuler untuk kelas 1, 2, 3. Dan untuk kelas 4, 5, 6 digunakan untuk
pendalaman materi full
Sebelum pelajaran dimulai, terlebih dahulu anak di
tanya mengenai model pembelajaran apa yang mereka inginkan
dan dimanakah tempat belajar yang mereka inginkan, apakah mereka ingin belajar dikelas, diperpustakaan, atau dengan bermain. Setelah semua keinginan anak terpenuhi, barulah kegiatan
belajar mengajar dimulai. Mereka mulai di ajari berbagai
macam ketrampilan, seperti menghias tempat menyimpan uang, membuat pantun,
menggambar, membuat kerajinan dari plastisin.
E. Kegiatan
Ekstrakurikuler
Di luar kegiatan belajar
mengajar, SDN BI Tlogowaru juga memberikan kegiatan ekstrakulikuler kepada para siswanya yang dilaksanakan pada hari Sabtu untuk siswa kelas satu sampai lima. Kegiatan
ekstrakurikuler yang dilaksanakan di SDN BI Tlogowaru meliputi :
1.
Kewiraan
2.
Olahraga
Bola
basket, Bola Volley, Catur, Futsal, Berenang, Menyelam, Karate, Berkuda, Mini
Motocross.
3. Kesenian
Tari,
Musik Klasik, Band, Teater
4.
Dokter Kecil
5.
Adiwiyata
Berkebun
(organik dan komposting), Beternak (Kelinci dan Ikan
6. Akademik
Math
Olympiade, Science Olympiade,English Club
7.
Pramuka
8.
Baca Al-Qur’an
9.
Karate
F.
Kesiswaan
a.
Penerimaan murid
dilakukan dengan tahap-tahap tertentu, sebagai berikut:
1.
Umur
2.
Kepandaian/psikotes
3.
Calisto
4.
Wawancara, misal anak disuruh
bercerita
5.
Portofolio :
maksudnya selama di Tk anak pernah memperoleh
b.
Kegiatan outbond : biasanya
dilakukan pada liburan sekolah, bertujuan untuk menambah keakraban,
kebersamaan, dan kemandirian siswa
c.
Tatatertib : misalnya
mereka selalu diajarkan ketertiban dengan selalu berbaris sebelum masuk ke
kelas, berbaris ketika akan pulang dan mencium tangan ibu gurunya, diajari
kedisiplinan
d.
Outdoor atau belajar di luar
kelas, kegiatan ini biasa dilakukan di taman apabila ada pelajaran IPA, atau
siswa-siswanya sendiri yang meminta pada guru ketika mereka merasa bosan
belajar di dalam kelas
e.
Bimbingan Konseling : diberikan
pada anak yang kenakalannya sudah tidak wajar lagi, seperti tonjok-tonjokan
dengan teman atau bahkan melukai teman. Selagi guru kelas bisa menangani maka
akan ditangani oleh sang guru kelasnya sendiri.
Selain
itu, sekolah ini juga mengadakan Program lingkungan sehat yang meliputi :
a.
Bank sampah
Siswa
SDN BI Tlogowarno dibudayakan agar membuang sampah pada tempatnya. Program itu
direalisasikan dengan tidak sulitnya menemukan tempat sampah di dalam kompleks
sekolah. Sampah yang dikumpulkan, dipilah menjadi sampah organik dan
nonorganik. Sampah organik akan diolah menjadi pupuk oleh para siswa. Sedangkan
sampah nonorganik akan didaur ulang dan dijadikan kerajinan oleh para siswa
juga. Kerajinan dari hasil daur ulang tersebut dijual kepada masyarakat.
Sehingga, selain menjaga lingkungan, siswa juga berlatih berwirausaha.
b.
Komposting
Sampah
organik dan limbah jamur diolah oleh siswa menjadi pupuk kompos. Kegiatan
komposting sudah ditunjang dengan peralatan pengolah kompos yang memadai dari
SDN BI Tlogowaru. Kompos yang dihasilkan, dimanfaatkan untuk pembudidayaan
tanaman di dalam kompleks SDN BI Tlogowaru. Sebenarnya, ada permintaan dari
beberapa pihak agar kompos yang diproduksi siswa dipasarkan namun permintaan
kompos dari warga di sekitar sekolah melebihi jumlah yang dihasilkan.
c.
Lumbung jamur
Kegiatan
menanam jamur tiram merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler sains untuk
siswa kelas IV dan V. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membiasakan sejak dini
anak anak agar memiliki wawasan softskill,entrepreneur dan cinta lingkungan sejak
dini.
Kegiatan
ini dilakukan di suatu ruangan tertutup yang dinamakan lumbung jamur. Menurut
seorang guru yang memandu kami, pembudidayaan jamur tersebut termasuk mudah,
hanya perlu mengganti media penanaman jamur setiap beberapa waktu.
Ekstrakurikuler
ini seluruhnya dilakukan oleh siswa, mulai dari menanam, mamanen, mengemas,
hingga menjual jamur. Setiap harinya, sebanyak 12 kg jamur dapat dipanen.
Jamur-jamur ini belum sempat dipasarkan ke masyarakat karena sudah habis dibeli
oleh warga sekolah.
d.
Keong mas
Di
samping kumbung jamur, terdapat kolam pembudidayaan keong mas, dan kolam ikan
lele. Pembudidayaan keong mas diperuntukkan untuk pakan ikan lele.
e.
Pembibitan buah dan sayuran
Di
belakang sekolah terdapat lahan luas yang dimanfaatkan untuk kegiatan menanam
buah dan sayur-sayuran oleh siswa.
f.
Biopori
Di
halaman depan dan samping sekolah, terdapat lubang-lubang pada paving dengan
kedalaman 1 meter. Lubang itu dinamakan biopori.
Biopori dibuat dengan maksud
menampung air sehingga tidak terjadi banjir. Selain itu, daun-daun kering yang
masuk ke dalam biopori dimanfaatkan
untuk membuat kompos.
g.
Tosa
Tosa
adalah singkatan dari tanaman obat sekolah. Tidak jauh dari lumbung jamur,
terdapat tanaman-tanaman pot dengan jenis tanaman hias dan berbagai macam
palawija. Beberapa pot diberi keterangan nama tanaman. Hal itu berguna
mengenalkan jenis tanaman kepada siswa.
h.
Identifikasi tanaman
i.
Taman sekolah
Di
berbagai sudut SDN BI Tlogowaru, dapat kita jumpai taman sekolah. Taman sekolah
tertata rapi dan sedap dipandang karena tanamannya yang sehat dan hijau. Pada
beberapa taman, terdapat pohon trembesi yang menjadi maskot sekolah. Menurut
guru yang memandu kami, pohon trembesi mampu menyerap air sehingga mengurangi
potensi banjir.
j.
Sungai asuh
k.
Pengolahan tanaman menjadi makanan
G.
Sarana Prasarana
Sarana prasarana
dan administrasi di SDN BI Tlogowaru harus tercatat secara lengkap dan
terstruktur. Pengeluaran dana harus tercatat secara rinci dan harus ada laporan
keuangan yang jelas dan transparan. Dana yang di keluarkan sekolah sekitar 6
juta per bulan yang digunakan untuk memberikan gaji para guru dan karyawan
sekolah. Sumber dana berasal dari dinas dan juga dari PSM (peran serta
masyarakat). Dari dana 6 juta tersebut, hanya sekitar 13% yang berasal dari
pemerintah dan selebihnya berasal dari PSM. Tenaga pendidik di SDN BI Tlogowaru
banyak yang belum sarjana, hanya sekitar 10% guru yang sudah sarjana. Kebanyakan
yang belum sarjana adalah Asisten, TU, dan bagian administrasi.
Fasilitas yang tersedia di SDN BI Tlogowaru meliputi:
1.
Ruang Kelas
Setiap ruang kelas dilengkapi dengan
perangkat multimedia dan komputer. Ruang kelas juga dijadikan sebagai kantor guru
kelas tersebut.
2.
Perpustakaan
Perpustakaan dilengkapi dengan media
centre berbasis internet yang mampu mengakses sumber pembelajran di seluruh
dunia.
3.
Olah Raga dan Seni
Aktivitas
olahraga disekolah ini yaitu futsal, sepakbola, renang, voli, tenis, dan masih
banyak lagi yang lainnya. Sedangkan aktifitas seninya yaitu seni tari, group
band, paduan suara, seni lukis, dan sebagainya
4.
UKS
Di dalam
ruang UKS disediakan dokter
jaga
dan perawat.
5.
Laboratorium
Laboratorium
Komputer canggih dengan fasilitas Internet super cepat, laboratorium
multimedia, laboratorium kimia, dan diorama.
6.
Koperasi
Siswa
Koperasi
siswa menyediakan peralatan sekolah dan buku-buku yang dibutuhkan oleh siswa.
7.
Kantin
Kejujuran
Di dalam kantin kejujuran, siswa akan mengambil makanan, membayar dan mengambil kembalian sendiri dengan tujuan untuk menciptakan generasi muda yang mempunyai tingkat kejujuran
yang tinggi dan mencegah korupsi untuk generasi selanjutnya. Untuk siswa kelas
rendah, di dalam
kantin kejujuran biasanya dibantu oleh petugas khusus.
H.
Prestasi
SD N BI Tlogowaru
Tahun Ajaran 2012-2013
Sebagai salah satu sekolah bertaraf Internasional,
SD N BI Tlogowaru telah menunjukkan kiprahnya tidak hanya ditingkat nasional,
tapi juga di tingkat internasional. Berikut beberapa catatan prestasi dari
siswa SD N BI Tlogowaru yang sangat membanggakan :
|
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan
hasil pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa:
1. SD
Negeri BI Tlogowaru merupakan sekolah dasar bertaraf internasional yang
terletak di kota Malang. SDN BI Tlogowaru begitu megah dan mewah serta
dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang akademik yang sangat lengkap
sehingga mampu menunjang prestasi belajar siswa menjadi begitu baik sesuai
tujuan yang diharapkan.
2. SDN BI Tlogowaru menerapkan kurikulum Nasional yang
ditambah kurikulum plus atau sering disebut SNP + x. X merupakan 4 mata pelajaran khusus dengan full
bahasa inggris. Keempat mata pelajaran tersebut adalah English,
Maths, Science, dan ICT yang juga menggunakan buku dari Singapura.
3. Model pembelajaran di SDN BI
Tlogowaru menggunakan sistem belajar tuntas (Semi full day school).
4. Fasilitas
di SDN BI Tlogowaru meliputi fasilitas yang memenuhi standard baik dan
menunjang proses pembelajaran, seperti sarana dan prasarana yang lengkap, bis
sekolah, dan kantin sekolah yang berkualitas.
5. Kesiswaan
di SDN BI Tlogowaru menetapkan kedisiplinan yang tinggi kepada para siswanya
serta mencanangkan kegiatan ekstrakulikuler yang menunjang dan meningkatkan
kemampuan siswa sesuai minat dan bakatnya masing-masing.
B.
Saran
Berdasarkan
pembahasan di atas, diharapkan pembaca khususnya mahasiswa S1 PGSD UNS dapat
mencontoh dan meneladani sistem pembelajaran yang telah diterapkan dalam proses
kegiatan belajar mengajar di SDN BI Tlogowaru Malang. Selain itu, diharapkan
pembaca dapat menerapkan berbagai pengalaman yang telah didapatnya dalam KKL
ini di kehidupan sehari-hari.
Kepada para guru diharapkan agar mereka lebih memberikan motivasi
serta penghargaan berupa pujian pada peserta didik, dan mensugestikan pada
pemikiran mereka, bahwa setiap peserta didik memiliki tingkat kemampuan yang
sama dan baik, yang membedakan adalah tingkat usaha yang mereka lakukan. Selain
itu, mereka juga diharapkan dapat meningkatkan inovasi pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah agar
tercipta prose Kegiatan Belajar Mengajar yang lebih kondusif.
DAFTAR PUSTAKA
Padmono. 2010. Pengembangan dan Inovasi Kurikulum. Surakarta: Universitas Sebelas
Maret.
Universaleducation. 2013. Tujuan dan Fungsi Pendidikan SD. Diunduh
dari http://universaleducationplus.blogspot.com/2013/01/tujuan-dan-fungsi-pendidikan-sd.html
pada tanggal 20 Juni 2013.
Suprapto. 2010. Sekolah Berstandar Internasional. Diunduh dari http://suprapto-suuprapto.blogspot.com/2010/12/Sekolahberstandarinternasional.html
pada tanggal 21 Juni 2013.
21.23 | | 0 Comments
Langganan:
Komentar (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.